Angkut Ratusan Prajurit, Kapal Perang KRI Surabaya-591 Merapat di Bali

Selasa, 23 Agustus 2016 : 16.32
Kapal perang (KRI) KRI Surabaya-591 bersandar di Pelabuhan Benoa (foto:lanal dps)
DENPASAR - Kapal perang (KRI) Surabaya-591 yang mengangkut ratusan prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) merupakan Taruna-Taruni Tingkat 2 (Sersan Taruna) Akademi Angkatan Laut (AAL)  Angkatan-LXIV (64) bersandar di Pelabuhan Benoa Denpasar Bali.

Para Sersan Taruna AAL yang diangkut KRI Surabaya-591 itu disambut Danlanal Denpasar, Letkol Laut (P) Gusti Bagus Oka Tapayasa, Selasa (23/8/2016) di Deeaga Pariwisata Pelabuhan Benoa Bali

"Didampingi perwakilan Lanal Denpasar, mereka akan mengunjungi sejumlah objek pariwisata di Bali,” kata Tapayasa.

Selama tiga hari hari ini 23-25 Agustus 2016, ratusan prajurit muda TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengunjungi Bali. dalam rangka Satgas Prajalasesya Pelayaran Tahap Awal untuk pengenalan kehidupan di sebuah kapal perang (KRI) selama 6 hari.

Sebanyak 113 Taruna dan 13 Taruni dengan menumpang KRI Surabaya-591 yang dikomandani Letkol Laut (P) Ari Krisdiyanto, merapat di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (23/8) pagi.

Kegiatan selama 3 hari bersandar di Bali akan dilakukan “open ship”, sehingga masyarakat diberi kesempatan untuk bisa melihat dari dekat sekaligus mengunjungi KRI Surabaya-591.

Menurut Letkol Krisdiyanto, KRI Surabaya (591) adalah sebuah kapal Landing Platform Dock (LPD) buatan Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan (Korsel) pada 26 September 2005 dan diluncurkan pada 23 Maret 2007.

Kapal ini merupakan kapal ketiga dari kapal-kapal yang dibangun di Korsel dan dirancang sebagai kapal perang LPD Commando.

"Selain sebagai kapal tempur, kapal yang berteknologi desain semi-siluman ini juga berfungsi untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam," tuturnya.

Kapal seberat 7.300 tom itu memiliki panjang 122 m, lebar 22 m, draft 1.63 m dan dilengkapi sekoci (2xLCU), serta mampu mengangkut ratusan personel dan 3 helikopter.

KRI juga pernah dilibatkan dalam latihan bersama (latma) Penerbangan Terpadu, latma Pendaratan Marinir Terpadu, dan latma dengan US Navy Carat.

Nantinya, selain akan dikenalkan dengan kehidupan TNI AL dan kehidupan di kapal, para sersan taruna yang baru lulus dari pendidikan dasar militer ini akan melaksanakan “Mandi Kathulistiwa” sebagai tradisi bagi warga baru yang akan menjadi bagian dari pelaut-pelaut Indonesia. (gek)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi