56 Tahun SMANSA Denpasar, Masuk Sekolah Terbaik di Tanah Air

Senin, 08 Agustus 2016 : 22.16
Kepala SMANSA Denpasar Nyoman Purnajaya (kiri) menyerahkan penghargaan berbagai lomba (foto:kabarnusa)
DENPASAR - Menginjak usianya ke-56 tahun SMA 1 Denpasar berhasil mengukukuhkan dirinya sebagai salah satu sekolah terbaik di Indonesia sebagaimana hasil survei penilaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tentu saja, prestasi itu cukup membanggakan bagi jajaran SMAN 1 atau SMANSA Denpasar yang tengah merayakan 56 tahun, kiprahnya di dunia pendidikan di Bali.

Kepala SMANSA Denpasar Nyoman Purnajaya menyatakan, dalam menyemarakkan 56 tahun sekolahnya, diselenggarakan berbagai kegiatan bernuansa akademis, sosial, olah raga dan hiburan yang melibatkan civitas akademika.

Disebutkan, ada 32 kegiatan diantaranya donor darah, funbike, olimpiade fisika dan matemtika, lomba seni tradisional, senam tungal, tari terunajaya dan lainnya,

"Kami juga perlombakan olimpiade agama Hindu bidang kebudayaan," kata Purnajaya kepada awak media Senin (8/8/2016).

Tidak hanya para siswa, seluruh guru dan pegawai juga berpartisipasi memeriahkan ulang tahun sekolah, dengan mengikuti lomba lagu pop dan daerah.

Yang lebih pentiung lagi, kata Purnajaya, prestasi sekolah yang dipimpinnya, tahun ini berhasil masuk dalam jajaran sekolah terbaik di Tanah Air.

"Dari evaluasi kami secara obyektif dan Kemendikbud, kami masuk rilis sebagai sekolah terbaik di Indonesia," sebutnya didampingi Kabid Pendidikan Wayan Supartha.

Ada dua sekolah di Denpasar yang masuk dalam sekolah terbaik di Indonesia salah satunya SMA 1 Denpasar.

Tentu saja, predikat sekolah terbaik yang disandang SMANSA tidaklah berlebihan. Segudang prestasi akademik berhasil diukir para siswa.

Sebut saja, siswa SMANSA Denpasar berhasil menggondol penghargaan sebagai pemenang internasional matematika contes di Singapura hingga penghargaan peneliti belia di Rumania.
 Demikian juga, dari survei yang dilakukan terhadap pelanggan pendidikan, kendati tidak 100 persen menunjukkan kemajuan dan membanggakan.

Tigkat kepuasan pelanggan pendidikan sebanyak 93 persen yang merasa puas dan masih ada sekira 7 persen yang belum puas.

"Jadi, masih ada yang belum puas, karena merasa pendikan di SMANSA ada kekuarangan yakni 7 persen, sisanya pendikan sangat memuaskan," sambungnya.

Adapun, tujuan evaluasi dilakukan, untuk membenahi menutupi kekurangan sehingga ke depan bisa lebih meningkat lagi.

Pihaknya terus berupaya memperbaiki kekurangan yang harus dibenahi. Bagian mana yang masih terdapat sisi kekurangan atau kelemahan.

Selanjutnta pada survei atau evaluasi pada akhir tahun nanti, diharapkan ada peningkataan.

Setidaknya, bisa meningkat satu atau dua persen, sudah cukup bagus. Hal itu setidaknya menjadi gambaran bahwa sekolahnya mmemiliki progres atau kemajuan kinerja.

"Harapannya, agar anak-anak kami tambah maju, guru tambah semangat, dan kinerja srkolah secara keseluruhan lebih meningkat, tentu akan bermuara pada pertasi dan kinerja," tutup Purnajaya. (rhm)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi